Apa itu MLM alias Multi Level Marketing ?


Apa itu MLM alias Multi Level Marketing? - Multi Level Marketing disingkat MLM tidak asing lagi di Indonesia. Namun, sudah banyak kasus dimana MLM yang menawarkan keuntungan besar pada akhirnya mengecewakan para anggotanya dan berakhir pada kasus penipuan. Jadi lebih baik kita tau apa itu MLM agar tidak tertipu seperti beberapa kasus yang terjadi.

Pengertian MLM (Multi Level Marketing)

Multi Level Marketing adalah sistem penjualan yang memanfaatkan konsumen sebagai tenaga penyalur secara langsung. Sistem penjualan ini menggunakan beberapa level (tingkatan) di dalam pemasaran barang dagangannya. Banyak perusahaan-perusahan yang menggunakan system MLM ini diantaranya adalah CNI, Amway, Avon, Tupperware, Sunchorella, DXN, dan Propolis Gold

Level atau Tingkatan yang dimaksud adalah
1.      Promotor (Upline) /tingkatan atas, yaitu anggota yang sudah mendapat hak keanggotaan terlebih dahulu.
2.      Bawahan (downline)/Tingkatan bawah, yaitu anggotan baru yang mendaftar atau direkrut oleh promotor.
Dalam sistem MLM ini, terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh anggotanya, yakni:
1.      Anggota dilarang menjual produk dibawah harga yang telah ditetapkan perusahan.
2.      Anggota dilarang menjual atau menitipkan dan memajang produk di toko-toko atau di tempat-tempat umum.
Jika aturan-aturan tersebut dilanggar maka si pelanggar harus rela keanggotaannya dicabut. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi. Komisi yang diberikan dalam pemasaran dihitung berdasarkan banyaknya jasa distribusi yang otomatis terjadi jika bawahan melakukan pembelian barang. Promotor akan mendapatkan bagian komisi tertentu.

Ruang lingkup Bisnis Multi Level Marketing
Ruang lingkup bisnis MLM ini meliputi:
1.      Produk barang/ jasa yang dijual. Biasanya harga barang yang dijual di atas harga kebanyakan. Jasa yang dijual adalah jasa marketing yang berlevel-level dengan imbalan berupa bonus atau poin dari perusahan, yang sering kita sebut dengan makelar, agen dan sebagainya.
2.      Cara atau sistem penjualan

Sistem Kerja Bisnis Multi Level Marketing
Secara global sistem bisnis MLM dilakukan dengan cara menjaring calon nasabah yang sekaligus berfungsi sebagai konsumen dan member (anggota) dari perusahaan yang melakukan praktek MLM.
Adapun secara rinci bisnis MLM dilakukan dengan cara:
1.      Mula-mula pihak perusahaan menjaring konsumen untuk menjadi anggota dengan mengharuskan calon konsumen membeli paket produk perusahaan dengan harga tertentu. Dengan membeli paket produk perusahaan tersebut, pihak pembeli diberi satu formulir keanggotaan (member) dari perusahaan.
2.      Tugas berikutnya adalah mencari anggota-anggota  baru dengan cara seperti diatas, yakni membeli produk perusahaan dan mengisi folmulir keanggotaan. Para member baru juga bertugas mencari calon anggota-anggota baru lagi dengan cara seperti diatas yakni membeli produk perusahaan dan mengisi formulir keanggotaan.
3.      Jika anggota mampu menjaring anggota-anggota yang banyak, maka ia akan mendapat bonus dari perusahaan. Semakin banyak anggota yang dapat dijaring, maka semakin banyak pula bonus yang didapatkan karena perusahaan merasa diuntungkan oleh banyaknya anggota yang sekaligus menjadi konsumen paket produk perusahaan.
4.      Dengan adanya para anggota baru yang sekaligus menjadi konsumen paket produk perusahaan, maka anggota yang berada pada level pertama, kedua dan seterusnya akan selalu mendapatkan bonus secara estafet dari perusahaan, karena perusahaan merasa diuntungkan dengan adanya anggota-anggota baru tersebut.
5.      Ada beberapa perusahaan MLM lainnya yang mana seseorang bisa menjadi anggotanya tidak harus dengan menjual produk perusahaan, namun cukup dengan mendaftarkan diri dengan membayar uang pendaftaran, selanjutnya dia bertugas mencari anggota lainnya dengan cara yang sama, semakin banyak anggota maka akan semakin banyak bonus yang diperoleh dari perusahaan tersebut.
Previous
Next Post »
Posting Komentar
Thanks for your comment